Kamis, 02 Mei 2013

MAKALAH ILMU TANAMAN PAKAN PENGARUH JENIS TANAH TERHADAP PENGOLAHAN LAHAN



 

KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT karena atas rahmat dan hidayah–Nya penulis dapat menyelesaikan Makalah Ilmu Tanaman Pakan Pengaruh Jenis Tanah Terhadap Pengolahan Lahan dapat diselesaikan oleh penulis.
Penulis menyampaikan ucapan terima kasih atas terselesainya makalah ini kepada Ir. Eny Fuskhah, M.Si selaku dosen pengampu mata kuliah Ilmu Tanaman Pakan, serta semua pihak yang telah membantu penulis sehingga terselesainya makalah ini. Penulis menyadari akan kekurangan dan kesalahan dalam penulisan makalah ini, maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan saran demi kesempurnaan makalah ini. Harapan kami ke depan agar makalah ini dapat bermanfaat bagi semua mahasiswa dan kepada pihak-pihak yang membutuhkan.
Akhirnya penulis menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas perhatian  dan koreksi dari berbagai pihak semoga budi baik beliau dibalas oleh-Nya.

Semarang, 18 Juli 2012

                                                                                                            Penulis



DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL....................................................................................... i
KATA PENGANTAR..................................................................................... ii
DAFTAR ISI................................................................................................... iii
BAB I.... PENDAHULUAN .......................................................................... 1
............... 1.1. Latar Belakang Masalah............................................................. 1
............... 1.2. Tujuan Penulisan........................................................................ 2
............... 1.3. Rumusan Masalah...................................................................... 2       
BAB II . PEMBAHASAN.............................................................................. 3       
............... 2.1. Pengolahan Lahan...................................................................... 4
............... 2.2. Jenis-Jenis Tanah........................................................................ 6
............... 2.3. Teknologi pengelolaan............................................................... 9
............... 2.4. Peruntukan Lahan Kering.......................................................... 10
............... 2.5. Lahan Kering Tanaman Pangan................................................. 10
BAB IV. KESIMPULAN................................................................................ 12
DAFTAR PUSTAKA...................................................................................... 13


BAB I
PENDAHULUAN

1.1.      Latar belakang
Masalah lingkungan yang dihadapi dewasa ini pada dasarnya adalah masalah pengolahan tanaman yang tidak sesuai dengan lahan dan produksi yang didapatkan. Masalah itu timbul karena perubahan kondisi iklim yang menyebabkan lahan itu kurang sesuai lagi untuk mendukung kesuburan tanah. Jika hal ini tidak segera diatasi pada akhirnya berdampak kepada terganggunya kesejahteraan para petani.
            Kerusakan lahan yang terjadi dikarenakan kondisi cuaca yang ekstrim pada umumnyamenyebabkan terjadinya degradasi bagi lahan. Kerusakan lahan ini telah mengganggu proses alam, sehingga banyak fungsi dari lahan yang menyebabkan tetumbuhan menjadi menurun atau kurang mengalami pertumbuhan dengan baik. Masalah lahan tidak berdiri sendiri, tetapi  selalu saling terkait erat. Keterkaitan antara masalah satu dengan yang lain disebabkan karena sebuah faktor merupakan sebab berbagai masalah, sebuah faktor mempunyai pengaruh yang berbeda dan interaksi antar berbagai masalah dan dampak yang ditimbulkan bersifat kumulatif. Masalah lahan yang saling terkait erat antara lain adalah populasi manusia yang berlebih, polusi, penurunan jumlah sumberdaya, perubahan lingkungan global dan kondisi cuaca ekstrim.

1.2.      Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari penulisan ini adalah :
1.    Untuk mememnuhi tugas pertanggung jawaban laporan kepada dosen
2.    Mengetahui pengaruh dari pengolahan lahan terhadap tanaman pakan
3.    Mengetahui jenis tanah yan cocok untuk penanam rumput

1.2.      Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam makalah ini adalah : 
1. Bagaimana pengolahan lahan yang tepat untuk penanaman tanaman pakan? 
2. Bagaimana pengaruh jenis tanah terhadap penanaman tanaman rumput?



BAB II
PEMBAHASAN

2.1.      Pengolahan Lahan
 Lahan atau tanah merupakan sumberdaya alam fisik yang mempunyai peranan penting dalam segala kehidupan manusia, karena lahan atau tanah diperlukan manusia untuk tempat tinggal dan hidup, melakukan kegiatan pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan, pertambangan dan sebagainya. Karena pentingnya peranan lahan atau tanah dalam kehidupan manusia, maka ketersediaannya juga jadi terbatas. Keadaan ini menyebabkan penggunaan tanah yang rangkap (tumpang tindih), misalnya tanah sawah yang digunakan untuk perkebunan tebu, kolam ikan atau penggembalaan ternak atau tanah hutan yang digunakan untuk perladangan atau pertanian tanah kering.
Secara teoritis, lahan kering di Indonesia dibedakan dalam dua kategori, yaitu lahan kering beriklim kering, banyak terdapat di kawasan timur Indonesia, dan lahan kering beriklim basah, banyak ditemui di kawasan barat Indonesia. Cukup banyak tipologi wilayah pengembangan lahan kering yang terdapat di dua kategori tersebut. Namun wilayah pengembangan lahan kering yang dominan di Indonesia diklasifikasikan berdasarkan potensi dan dominasi vegetasinya (Bamualim, 2004)
Pendayagunaan lahan atau tanah memerlukan pengelolaan yang tepat dan sejauh mungkin mencegah dan mengurangi kerusakan dan dapat menjamin kelestarian sumber daya alam tersebut untuk kepentingan generasi yang akan datang. Pada sistem lingkungan tanah, usaha-usaha yang perlu dikerjakan ialah rehabilitasi, pengawetan, perencanaan dan pendayagunaan tanah yang optimum (Handayani, 2003).
Pendayagunaan lahan atau tanah yang kurang tepat akan menyebabkan lahan atau tanah tersebut menjadi rusak (kritis) dan kehilangan fungsinya. Hilangnya fungsi produksi dari sumber daya tanah dapat terus menerus diperbaharui, karena diperlukan waktu puluhan bahkan ratusan tahun untuk pembentukan tanah tersebut.
Akhir-akhir ini masalah kerusakan sumberdaya tanah, terutama tanah pertanian lahan kering didaerah aliran sungai (DAS) bagian hulu, sudah mencapai tahap sangat mengkhawatirkan. Dari tahun ketahun laju pertambahan kerusakan tanah semakin meningkat, diperkirakan luas tanah yang rusak bertambah sekitar satu sampai dua persen setiap tahunnya (Handayani, 2003).
Apabila pengolahan tanah kering secara lestari telah dikuasai masyarakat pedesaan, maka tidak akan ada kritis mata pencaharian yang menyebabkan tanah menjadi kritis. Pengendalian teknologi pengolahan tanah kering secara lestari adalah sederhana, tidak memerlukan peralatan serba modern (canggih) dan pendidikan tinggi. Azas pengelolaan lahan kering adalah menciptakan lingkungan perakaran yang dalam, mempertahankan kemampuan tanah menyimpan air dan mengedarkan udara, tindakan terakhir adalah memperkaya tanah dengan zat hara tersedia untuk
akar. Zat hara tersebut didapat dari pupuk buatan, pupuk kandang (kotoran ternak) dan mulsa atau pupuk hijau.
Pemanfaatan lahan untuk pengembangan peternakan menimbulkan isu-isu yang santer, pandangan tentang dampak ternak terhadap lahan terpecah dalam dua kutub. Di satu pihak terdapat pandangan ekstrim yang memandang ternak sebagai hama yang menimbulkan kerusakan sumber daya alam. Di pihak lain terdapat keyakinan bahwa ternak justru dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan dan menjaga kesuburan tanah. Kedua pandangan tersebut sama-sama mengandung kebenaran, karena ternak memang ibarat pisau bermata dua. Dengan pengelolaan yang tepat ternak dapat dimanfaatkan, sebaliknya dapat menjadi musibah kalau dikelola secara ceroboh (Handayani, 2003).
Di Indonesia, pandangan orang tentang hubungan peternakan dengan lahan masih sangat bersimpang siur. Di satu pihak orang berpendapat bahwa peternakan telah berkembang tanpa basis ekologi berada ditangannya. Kelompok ini memandang keadaan ini sebagai suatu kelemahan. Dipihak lain berkembang pendapat bahwa sifat tidak tergantung pada lahan (non-land base) justru merupakan ciri kekuatan peternakan. Kekeliruan ini terdapat di sementara kalangan di luar peternakan. Keadaan ini tidak dapat dibiarkan berlarut-larut karena akan membawa kerugian kepada semua pihak.
Pergesekan kepentingan (conflict of interest) sudah sering terjadi antar sub-sektor yang menuntut jurisdiksi terhadap lahan. Masing-masing pihak menuntut secara maksimal lahan untuk pengembangan bidangnya sesuai dengan fungsi dan tanggung jawab masing-masing. Permasalahan muncul terutama di tingkat pelaksanaan, meskipun ketidakpastian tersebut juga sangat mempersulit perencanaan pembangunan (Handayani, 2003).

2.2.      Jenis-Jenis Tanah
2.2.1    Pengertian Tanah Alfisol
Tanah alfisol merupakan morfologi yang khas dari Alfosol dicirikan oleh horizon eluviasi dan iluviasi yang jelas, yang mana horizon permukaan umumnya berwarna terang karena dipengaruhi oleh beberapa jenis mineral seperti kuarsa yang dapat mempengaruhi warna tanah Alfisol lebih terang. (Handayani, 2003). Perkembangan struktur yang berbeda diantara horizon juga merupakan morfologi yang khas dari Alfosol. Alfisol diartikan oleh horizon Argilik yaitu horizon B yang paling sedikit mengandung 1,2 kali lielt lebih besar daripada liat diatasnya. Horizon B utamanya Bt memperlihatkan struktur tersudut atau kubus, sedang sampai kuat. (Handayani, 2003). 
Tanah Alfisol memiliki struktur tanah yang liat. Liat yang tertimbun di horizon bawah ini berasal dari horizon diatasnya dan tercuci ke bawah bersama dengan gerakan air. Dalam banyak pola Alfisol digambar adanya perubahan tekstur yang sangat jelas dalam jarak vertikal yang sangat pendek yang dikenal Taksonomi Tanah (USDA, 1985) sebagai Abrupat Tekstural Chage (perubahan tekstur yang sangat ekstrim)(Handayani, 2003). Tanah Alfisol dilambangkan oleh tanah yang disebut Gray-Brown Podzolic dalam sistem lama. Alfisol mempunyai permukaan abu-abu sampai coklat, kandungan basa sampai sedang sampai besar dan mengandung horizon iluvial dimana menimbun lempung silikat. Horizon ini disebut Argilik. Jika hanya terdapat lempung silikat dan disbut natrik jika disamping lempung, lebih dari 15 % jenuh dengan natrium dengan berstruktur tiang dan pilar. Horizon lempung umumnya lebih dari 35 % jenuh basa. (Handayani, 2003). Pada tanah Alfisol terdapat penimbunan liat di horizon bawah (horizon Argilik) dan mempunyai kejenuhan basa tinggi yaitu lebih dari 35 % pada kedalaman 180 cm dari permukaan tanah. (Handayani, 2003) pH dalam tanah Alfisol seringkali berubah dengan meningkatnya kedalaman dan kecenderungan lebih tinggi pada bagian bawah profil dan sejumlah bahan-bahan glacial sampai ke suatu karbonat bebas dengan pH 8,0 lebih tinggi. Ini menyebabkan berubahnya mobilitas elektroporetik koloid-koloid hasil pelapukan-pelapukan kimia yang sementara ini umumnya dianggap bergerak ke bawah namun juga berdimensi horizon, dimana terakhir berhubungan erat dengan perkembangan akar. (Handayani, 2003). 
Alfisol nampaknya mengalami pelapukan lebih hebat dari pada inseptisol akan tetapi kurang daripada spodosol. Mereka sebagian besar terbentuk di daerah lembah di bawah sisa-sisa tanaman hutan asli, walaupun kadang-kadang aslinya rumput vegetasi. Sebagai tambahan pada tanah Gray-Brown Podzolic. Alfisol mencakup sebagian besar area yang dulu disebut tanah Non Clasic Brown dan Gray Wooded dan beberapa diantaranya disebut Palnosol, Half Bag dan Solodized Solonetz. Pada umumnya, Alfisol adalah tanah yang sangat produktif kandungan basa yang sedang sampai besar itu umumnya menguntungkan untuk menghasilkan tanaman yang cukup besar. (Handayani, 2003). Tanah dengan drainase yang baik akan berwarna kelabu dengan bercak-bercak kuning pada lapisan air dan menguntungkan untuk satu peristiwa kimia . Besi dalam tanah teroksidasi dan terhidrasi sehingga menjadi senyawa yang berwarna merah kuning. Hal ini diketemukan pada tanah Alfisol karena tanah Alfisol ini merupakan tanah dengan drainase yang baik. (Handayani, 2003).

2.2.2.   Pengertian Tanah Ultisol
Ultisol merupakan salah satu jenis tanah di Indonesia yang mempunyai sebaran luas, mencapai 45.794.000 ha atau sekitar 25% dari total luas daratan Indonesia (Prasetyo dan Suriadikarta, 2006). Sebaran terluas terdapat di Kalimantan (21.938.000 ha), diikuti di Sumatera (9.469.000 ha), Maluku dan Papua (8.859.000 ha), Sulawesi (4.303.000 ha), Jawa (1.172.000 ha), dan Nusa Tenggara (53.000 ha). Tanah ini dapat dijumpai pada berbagai relief, mulai dari datar hingga bergunung. Ultisol dapat berkembang dari berbagai bahan induk, dari yang bersifat masam hingga basa. Namun sebagian besar bahan induk tanah ini adalah batuan sedimen masam. Luas tanah Ultisol berdasarkan bahan induknya disajikan pada Tabel 1. Di antara grup Ultisol, Hapludults mempunyai sebaran terluas. Hal ini karena persyaratan klasifikasinya hanya didasarkan pada nilai kejenuhan basa yaitu < 35% dan adanya horizon argilik, tanpa ada syarat tambahan lainnya.
Ultisol dicirikan oleh adanya akumulasi liat pada horizon bawah permukaan sehingga mengurangi daya resap air dan meningkatkan aliran permukaan dan erosi tanah. Erosi merupakan salah satu kendala fisik pada tanah Ultisol dan sangat merugikan karena dapat mengurangi kesuburan tanah. Hal ini karena kesuburan tanah Ultisol sering kali hanya ditentukan oleh kandungan bahan organik pada lapisan atas. Bila lapisan ini tererosi maka tanah menjadi miskin bahan organik dan hara. Tanah Ultisol mempunyai tingkat perkembangan yang cukup lanjut, dicirikan oleh penampang tanah yang dalam, kenaikan fraksi liat seiring dengan kedalaman tanah, reaksi tanah masam, dan kejenuhan basa rendah. Pada umumnya tanah ini mempunyai potensi keracunan Al dan miskin kandungan bahan organik. Tanah ini juga miskin kandungan hara terutama P dan kation-kation dapat ditukar seperti Ca, Mg, Na, dan K, kadar Al tinggi, kapasitas tukar kation rendah, dan peka terhadap erosi (Prasetyo dan Suriadikarta, 2006). Di Indonesia, Ultisol umumnya belum tertangani dengan baik. Dalam skala besar, tanah ini telah dimanfaatkan untuk perkebunan kelapa sawit, karet dan hutan tanaman industri, tetapi pada skala petani kendala ekonomi merupakan salah satu
penyebab tidak terkelolanya tanah ini dengan baik (Prasetyo dan Suriadikarta, 2006).

2.3.      Teknologi pengelolaan
Ditinjau dari luasnya, tanah Ultisol mempunyai potensi yang tinggi untuk pengembangan pertanian lahan kering. Namun demikian, pemanfaatan tanah ini menghadapi kendala karakteristik tanah yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman terutama tanaman pangan bila tidak dikelola dengan baik. Beberapa kendala yang umum pada tanah Ultisol adalah kemasaman tanah tinggi, pH ratarata < 4,50, kejenuhan Al tinggi, miskinkandungan hara makro terutama P, K, Ca, dan Mg, dan kandungan bahan organik rendah. Untuk mengatasi kendala tersebut dapat diterapkan teknologi pengapuran, pemupukan P dan K, dan pemberian bahan organik (Prasetyo dan Suriadikarta, 2006).

2.4.      Peruntukan Lahan Kering
Menurut Soewardi (1985) bahwa cara-cara yang tepat untuk menggunakan lahan kering secara operasional akan lebih berarti kalau peruntukan lahan dikelompokkan sebagai berikut: 1) lahan kering tanaman pangan, 2) lahan kering tanaman perkebunan, 3) padang rumput dan 4) lahan hutan (Prasetyo dan Suriadikarta, 2006).

2.5.      Lahan Kering Tanaman Pangan
Pada lahan kering tanaman pangan maka tanaman pangan yang umum berupa palawija (karena padi terutama ditanam disawah), prioritas kedua adalah tanaman holtikultura, dengan demikian hijauan pakan untuk ternak berasal dari limbah pertanian tanaman palawija, gulma, peperduan dan pepohonan. Peperduan yang penting adalah merry gold, lantana camara, kaliandra dan lamtoro, sedangkan pepohonan yang potensial adalah albizia, nangka, mindi dan sebagainya. Hijauan unggul ditanam dibibir teras, lereng teras dan dibatas-batas tanah, juga tebing-tebing dan selokan-selokan serta pinggir-pinggir jalan. Dilahan semacam ini peternakan adalah bagian integral sistem usahatani dengan klimaks berupa sistem ”agroforestry”. Ternak sangat berfungsi sebagai sumber pupuk kandang sedangkan pemanfaatan sebagai ternak kerja menduduki tempat kedua.
Pada lahan kering tanaman pangan terutama didaerah pegunungan dengan tanaman sayur-mayur iklim sedang, maka dapat dikembangkan “ley sistem” yaitu pergiliran penanaman sayuran dengan rerumputan ternyata menguntungkan dipandang dari siklus hara maupun pengendalian hama penyakit tanaman. Namun demikian cara semacam ini lebih layak kalau ternak yang dikembangkan adalah sapi perah (Prasetyo dan Suriadikarta, 2006).

BAB III
KESIMPULAN

Penampang tanah yang dalam dengan kapasitas tukar kation sedang hingga tinggi menjadikan tanah Ultisol dapat dimanfaatkan untuk berbagai jenis tanaman. Namun demikian, faktor iklim dan relief perlu diperhatikan. Kendala pemanfaatan tanah Ultisol untuk pengembangan pertanian adalah kemasaman dan kejenuhan Al yang tinggi, kandungan hara dan bahan organik rendah, dan tanah peka terhadap erosi. Berbagai kendala tersebut dapat diatasi dengan penerapan teknologi sepertipengapuran, pemupukan, dan pengelolaan bahan organik. Pemanfaatan tanah Ultisol untuk pengembangan tanaman pangan lebih banyak menghadapi kendala dibandingkan dengan untuk tanaman perkebunan. Oleh karena itu, tanah ini banyak dimanfaatkan untuk tanaman perkebunan kelapa sawit, karet, dan hutan tanaman industri, terutama di Sumatera dan Kalimantan. Selain itu pemanfaatan lahan kering harus memperhatikan praktek konversi tanah seperti “model farm” agar lahan tersebut dapat mendukung tani usaha serta pengembangan peternakan ruminansia. Peternakan ruminansia sebagai bagian integral dari sistem usaha tani terpadu, menghasilkan pupuk kandang (pupuk organik) yang dapat menyuburkan lahan pertanian (usahatani) sehingga produktivitas uasaha tani meningkat. Dalam penggunaan lahan kering secara operasional akan lebih berarti kalau peruntukan lahan dikelompokkan sebagai : a) lahan kering tanaman pangan, b) lahan kering tanaman perkebunan, c) padang rumput dan d) lahan hutan.

DAFTAR PUSTAKA

Bamualim, A., 2004. Strategi Pengembangan Peternakan pada Daerah Kering. Makalah Seminar Nasional Pengembangan Peternakan Berwawasan Lingkungan. IPB, Bogor.

Handayani, I. P. 2003. Pengaruh Konversi Lahan Dan Lamanya Masa Budidaya Tanaman Terhadap Sifat-Sifat Alfisol. Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Indonesia Volume 5 Hal 1-6. Universitas Bengkulu.

Prasetyo, B. H. Dan Suriadikarta, D. A. 2006. Karakteristik, Potensi, Dan Teknologi Pengelolaan Tanah Ultisol Untuk Pengembangan Pertanian Lahan Kering Di Indonesia. Jurnal Litbang Pertanian 25 (2). Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian Balai Penelitian Tanah. Bogor.



Selasa, 11 Desember 2012

Perbedaan windows dengan linux (Tugas TIK)

Perbedaan Windows dan Linux

Meskipun memiliki kesamaan fungsi sebagai sistem operasi komputer, pada dasarnya Windows dan Linux berbeda dalam banyak hal sehingga tidak mudah untuk memperbandingkan keduanya. Linux dan Windows: Pandangan Pengguna Komputer
Meskipun memiliki kesamaan fungsi sebagai sistem operasi komputer, pada dasarnya Windows dan Linux berbeda dalam banyak hal sehingga tidak mudah untuk memperbandingkan keduanya. Perbedaan pokok ada pada posisi titik awal perkembangannya. Linux berkembang dari dunia Unix dengan segala persoalan multi tasking dan multi usernya. Windows berkembang dari dunia komputer mikro yang serba personal. Dengan kata lain, Linux dirancang dengan karakteristik server sementara Windows dirancang sebagai sistem operasi untuk komputer personal.
Dalam perkembangannya, di satu pihak Windows menyatu dengan garis produksi server NT menjadi Windows 2000 dan kemudian Windows XP. Di lain pihak, masyarakat opensource terus mengembangan user interface grafis untuk meningkatkan kenyamanan Linux untuk penggunaan sebagai workstation pribadi. Sejak kemunculan Windows 2000 dan perkembangan user interface grafis di Linux, kita mulai bisa melihat kesetaraan Windows dan Linux yakni sistem operasi untuk server dan juga untuk workstation.
Populernya produk Cygwin (salah satu platform terkemuka untuk porting sistem berbasis Linux ke Windows) membuktikan adanya “kekurangan” pada system Windows dilihat dari kacamata pengguna Linux. Sementara itu pengguna Windows melihat tidak adanya Microsoft Office sebagai salah satu kekurangan dari Linux. Dokumen singkat ini dibuat berdasarkan pengalaman pribadi penulis dalam penggunaan komputer dengan sistem operasi Windows dan Linux.
  
1. Sistem Operasi Linux dan Windows
Dalam memperbandingkan kedua sistem operasi ini, sering terjadi kerancuan pada aspek yang diperbandingkan antara sistem operasi dengan aplikasi-aplikasinya. Sebagai contoh, paket sistem Windows hanya memuat program aplikasi minimal: game soliter, window/internet explorer, utilitas sistem operasi dan aplikasi sederhana untuk membuat file dokumen dan gambar seperti notepad, mspaint dan write. Di dalam paket sistem Linux biasa, kita bisa menemui hampir semua program aplikasi Linux yang ada di dunia ini. Dengan demikian, instalasi suatu paket Linux (SuSE, RedHat, Mandrake, Debian, atau Slackware) bisa disetarakan dengan instalasi Windows, Office, Corel Draw, Adobe Photoshop, Visual Basic, Microsoft C++, SPSS, MSSQL sekaligus dalam hal kelengkapan program-program aplikasinya.
a. Pengoperasian Server vs Personal
Sebagai sistem operasi server, Linux dirancang untuk tidak sering dimatikan dalam pengoperasiannya. Sebagai sistem operasi personal workstation, Windows akan sering dimatikan apabila ditinggalkan pemiliknya untuk menghemat listrik karena tidak akan ada orang lain yang akan menggunakan komputer itu. Pencegahan “memory leak” di Linux mendapat porsi pehatian yang lebih besar dibanding pada Windows. Artinya, ketersediaan porsi memori yang bisa digunakan boleh berkurang pada Windows karena toh dalam waktu tidak lama sistem akan dijalankan mulai dari awal lagi.
b. Proteksi Sistem
Karena sistem Windows biasanya digunakan orang tertentu saja, maka sistem proteksi berkas-berkas di komputer tidak menjadi perhatian utama dalam perancangan Windows. Kapanpun pengguna Windows bisa menghapus, mengganti nama, memindah lokasi direktori file apapun yang ada di sistem. Sistem Linux dirancang untuk bisa digunakan bersama-sama oleh banyak orang. Karena itu perlindungan berkas dan proses-proses milik seseorang terhadap orang lain menjadi porsi besar dari perhatian perancangnya. Pengguna Windows akan merasa sangat terbatasi apabila dihadapkan pada sistem Linux sebagai user biasa.
Login bukanlah keharusan bagi pengguna Windows 9x. Dengan cancel login prompt, kita bisa dapatkan hak akses segalanya. Pada sistem Linux (dan Windows NT/2000/XP) identifikasi user sangat menentukan hak akses pengguna. Karena itu akan banyak kita temui pengguna Linux yang bekerja dengan user root (nama super user di dunia Unix).
c. Manajemen Proses
Apabila kita tekan tombol Crtl-Alt-Del pada saat sistem menjalankan Windows akan terlihat sejumlah proses yang sedang berjalan. Kalau dihitung dari 10 dan pengguna biasa bisa mengenali sebagian besar proses-proses tersebut. Bila kita kirim perintah ps ax pada sistem Linux akan terlihat keterangan bahwa ada lebih dari 20 proses sedang berjalan; mereka yang tidak mendalami sistem operasi tidak akan bisa mengenali sebagian besar dari proses-proses tersebut.

2. Aplikasi
Untuk menentukan pilihan sistem operasi, kita harus punya rencana penggunaan sistem tersebut. Jika komputer direncanakan akan digunakan untuk menjalankan game-game tertentu, Windows tentulah pilihan yang tidak bisa dihindari karena game-game itu bisa saja menpersyaratkan sistem operasi Windows untuk bisa jalan. Jika komputer akan kita gunakan untuk membantu pekerjaan maka ketersediaan program aplikasi harus penjadi pertimbangan utama, bukan sistem operasinya.
a.       Aplikasi Perkantoran
Microsoft mengelompokkan program-program aplikasi perkantoran dalam satu paket yang dikenal dengan merek dagang Office. Program-program tersebut adalah: Word (penyusun naskah dokumen), Exel (spreadsheet, pengolah tabel), dan PowerPoint (penyusun presentasi). Sepengetahuan penulis, Office hanya bisa dijalankan di sistem operasi Windows (sangat boleh jadi ada pula versi yang bisa jalan di MacOS).
Untuk melakukan tugas yang biasa dikerjakan dengan Office, di Linux tersedia OpenOffice. Pilihan saat ini harus dibuat sebagaimana pilihan pernah dibuat pada saat pengguna dihadapkan pada program aplikasi WordStar (WS) dan WordPerfect (WP). Jawabanya sudah kita amati: pengguna WS enggan menggunakan WP sebaliknya mereka yang sudah terbiasa dengan WP enggan menggunakan WS. Di Indonesia, pengguna OpenOffice belum banyak sehingga kalaulah tidak ada pertimbangan lain, orang akan tetap setia dengan Office meskipun tawaran fitur OpenOffice tidak kalah dengan Office.
b.       Aplikasi Pengembangan Sistem
Ada kecenderungan pengambangan sistem aplikasi komputer saat ini diarahkan untuk bisa dijalankan dengan user interface berbasis web. Karena sifat aplikasi berbasis web lebih berat di server, maka Linux unggul terlebih dahulu dalam bidang ini. Site www.opensource.org mengungkapkan bahwa Apache dijalankan lebih dari 50% web siste didunia. Program-program aplikasi berbasis web banyak dijalankan dengan Perl dan BIND dan sendmail merupakan program servis internet paling banyak dominan didunia. Namun demikian, Apache, Perl, BIND, dan sendmail meskipun erat hubungannya dengan Linux, terutama dalam hal sesama produk opensource, tidak harus berjalan di Linux. Program-program itu sekarang pun juga banyak dijalankan orang di Windows.
Untuk pemrograman masalah-masalah sains, penulis menemui kebanyakan pengguna Windows tidak berkeberatan untuk bekerja dengan Linux. Pada umumnya mereka menggunakan kompiler Pascal dan Fortran yang justru akan terasa lebih natural apa bila dijalankan di Linux. Kebanyakan pengguna program-program Pascal/Fortran merasa nyaman di Linux karena terbebas dari permasalahan keterbasaran memori dsb.
c.        Aplikasi Disain Grafis
Adobe Photoshop dan Corel Draw adalah dua program aplikasi untuk membantu disain grafis yang dapat kita temui di hampir semua rumah produksi grafis di Indonesia. Kedua program aplikasi tersebut dirancang untuk jalan di Windows. Corel bereksperimen dengan mengeluarkan produk Linux namun akhir-akhir ini tidak lagi mendukung proyel Corel Linux tersebut. Di Linux, kita bisa Gimp dan Kontour untuk melakukan kerja disain grafis. Persoalannya sama dengan Office, pilihan penggunaan progam aplikasi disain grafis akan kembali pada masalah kebiasaan. Mereka yang sudah terbiasa menggunakan Photoshop atau Corel Draw tidak akan begitu saja mau menggunakan Gimp dan Kontour, seberapapun keunggulan kedua produk “baru” tersebut, apa bila tidak ada hal lain yang memaksa.
d.       Aplikasi Multi Media
Aplikasi multi media adalah aplikasi yang paling banyak menuntut penggunaan peralatan komputer secara penuh. Secara umum, sifat personal dari Windows lebih cocok untuk menjalankan program-program multimedia dibanding sifat multiuser dar Linux. Pada dasarnya kita tidak keberatan dengan tertundanya eksekusi proses komputasi beberapa detik, tetapi proses multi media (seperti musik dan filem) tidak boleh terputus barang sedetikpun. Namun demikian, dengan berkembangnya kecepatan hardware, banyak program aplikasi multi media bisa dijalankan di Linux dengan kualitas yang dapat diterima.
e.        Aplikasi Statistik
SPSS adalah program yang paling banyak digunakan untuk pengolahan data-data statistik. Di Linux kita bisa menggunakan R-base untuk melakukan pekerjaan serupa. Karena R menggunakan sintaks yang sama dengan S-plus yang jalan di Windows, maka pengguna S tidak akan menemui kesulitan dalam penggunaan R namun demikian sebagaimana keengganan pengguna SPSS menggunakan S, mereka enggan pula menggunakan R.

3. Hak Atas Kekayaan Intelektual
Hak atas kekayaan intelektual sering disebut sebagai masalah utama bagi Indonesia, dalam hal Sistem Operasi Windows dan kebanyakan program-program aplikasinya; kepemilikan lisensi merupakan sarat mutlak untuk penggunannya. Harga lisensi (rata-rata $200 USD) di barat bisa jadi hanya sekitar 20 % dari gaji bulanan (rata-rata $1000 USD). Sementara itu dengan gaji Rp. 2juta rupiah, angka $ 200 menyamai penghasilan bulanan itu sendiri. Linux dan program-program aplikasinya dilain pihak berlisensi gratis dan justru mendorong para penggunanya untuk menyebarluaskan perangkat lunak tersebut.

4. Lisensi
Linux :
  • Halal karena tidak usah pake lisensi/ijin dalam artian Gratis alias free.
  • Mendukung atau support Intel, PPC, Sparc, Alpha, dll
  • Bebas dari virus
Windows :
·         Berlisensi sehingga harus bayar untuk menggunakannya alias harus bayar.
·         Windows hanya untuk Intel, MacOS hanya untuk computer Apple, Solaris hanya untuk Sparc, Unix hanya untuk Alpha.
·         Windows harus sering di update anti virusnya kalo tidak Virus siap menyerang

5. Kesimpulan Dari Perbedaan Windows Dengan Linux
Windows berkembang menjadi sistem operasi dengan disiplin modern sebagaimana yang diterpkan NT sehingga menjadi XP seperti yang kita lihat sekarang. Linux melengkapi dirinya dengan window manager yang semakin cantik untuk menarik perhatian pengguna komputer personal.
Program-program aplikasi di Linux sudah mencapai taraf matang untuk digunakan sebagaimana layaknya program-program aplikasi komersial yang biasa ada di Windows.
Migrasi pengguna dari Windows ke Linux dan sebaliknya tidak dapat terjadi secara spontan karena faktor kebiasaan yang sulit ditinggalkan. Selama penggunaan Windows dan program-program aplikasinya tidak terhalang oleh keharusan membayar lisensi, pengguna Windows tidak akan banyak beralih ke Linux.
Kesuksesan Linux di Indonesia meraih perhatian dari pengguna komputer bergantung pada kesuksesan pihak yang berwajib dalam mengkampanyekan penghormatan pada hak atas kekayaan intelektual.




Sabtu, 08 Desember 2012

Mata Kuliah Ilmu Ekonomi Umum


TINGKAT KEMAKMURAN NEGARA


Analisis dlm ekonomi mikro :
1.    Menunjukkan efisiensi dlm penggunaan sumber-sumber daya (resource)
2.    Mencapai kepuasan yg optimum

Analisis dlm ekonomi makro :
1.    Bagaimana segi permintaan & penawaran menentukan tingkat kegiatan dlm perekonomian
2.    Masalah-masalah utama yg selalu dihadapi setiap perekonomian
3.    Peranan kebijakan & campur tangan pemerintah utk mengatasi masalah ekonomi yg dihadapi

Isu-isu utama dlm analisis ekonomi mikro :
1.    Menentukan jenis barang yg perlu diproduksi
2.    Menentukan cara memproduksi yg paling efisien
3.    Untuk siapa barang akan diproduksi

Isu-isu yg tdk diliputi teori ekonomi mikro :
1.    Faktor-faktor apakah yg menentukan tingkat kegiatan ekonomi suatu neg dlm periode ttt ?
2.    Mengapakah setiap neg menghadapi masalah pengangguran, yg ada kalanya semakin lama semakin buruk keadaannya ?
3.    Mengapakah masalah kenaikan harga-harga berlaku, yg seringkali jg diikuti oleh masalah pengangguran yg ckp serius ?
4.    Mengapakah berbagai perekonomian tdk mengalami pertumbuhan yg sama cepatnya ?
5.    Mengapakah kegiatan perekonomian tdk mengalami perkembangan yg stabil, yaitu ada kalanya ia cepat berkembang, tetapi pada periode lain ia mengalami perkembangan yg lambat atau kemunduran ?

Sampai dekade 1930-an para ahli ekonomi mazhab klasik (A. Smith) tdk byk membuat analisis mengenai masalah pengangguran, inflasi, ketdkstabilan ekonomi & pertumbuhan ekonomi.

รจ sistem pasar bebas akan membuat penyesuaian-penyesuaian yg menyebabkan masalah-masalah tsb akan lenyap dg sendirinya & pertumbuhan ekonomi yg teguh akan berlangsung kembali


Tahun 1929-1932 tjd kemunduran ekonomi diseluruh dunia (bermula dr Amerika) รจ the Great Depression



Pengangguran (0,25 naker) & pendapatan nasional


Teori Keynes (John Maynard Keynes) :
Pengeluaran agregat, yaitu perbelanjaan masyarakat atas barang & jasa adalah faktor utama yg menentukan tingkat kegiatan ekonomi yg dicapai suatu neg, dlm sistem pasar bebas penggunaan naker penuh tdk selalu tercipta & diperlukan usaha & kebijakan pemerintah utk menciptakan tingkat penggunaan naker penuh & pertumbuhan ekonomi yg teguh

Pengeluaran agregat  dibedakan menjadi 4 golongan :
1.    Pengeluaran konsumsi rumah tangga
2.    Investasi perusahaan-perusahaan
3.    Pengeluaran konsumsi & investasi pemerintah
4.    Ekspor

Pengeluaran agregat :
Perbelanjaan yg akan dilakukan dlm perekonomian pd suatu wkt ttt (biasanya dlm satu tahun) pada berbagai tingkat pendapatan negara
Penawaran agregat :
Perbelanjaan yg akan dilakukan dlm suatu perekonomian dlm suatu periode ttt (misal 1 tahun) pd berbagai tingkat harga

PERTUMBUHAN EKONOMI

Terdapat 2 pengertian :
1.    Pertumbuhan ekonomi digunakan utk menggambarkan bahwa suatu perekonomian tlh mengalami perkembangan ekonomi & mencapai taraf kemakmuran yg lebih tinggi

2.    Menggambarkan tentang masalah ekonomi yg dihadapi dlm jk panjang



Pertumbuhan terdapat tiga aspek :
1.    Masalah pertumbuhan itu bersumber dari perbedaan diantara tingkat pertumbuhan potensial yg dpt dicapai & tingkat pertumbuhan yg sebenarnya tercapai
2.    Masalah pertumbuhan ekonomi adalah meningkatkan potensi pertumbuhan itu sendiri
3.    Masalah pertumbuhan ekonomi adalah mengenai keteguhan pertumbuhan ekonomi yg berlaku dari satu tahun ke tahun lainnya

Pertumbuhan ekonomi berbagai negara
Tiga ciri pertumbuhan ekonomi :
1.    Pada masa ini terdpt perbedaan yg nyata dlm taraf kemajuan ekonomi & kemakmuran yg dicapai berbagai neg
2.    Hingga skrg ini msh terdpt perbedaan yg nyata dlm tingkat pertumbuhan ekonomi yg dicapai berbagai neg
3.    Pertumbuhan ekonomi yg dicapai suatu neg masih tetap mengalami perubahan-perubahan yg relatif besar & tingkat pertumbuhannya tdk selalu kuat

Tingkat kemakmuran dan tingkat pertumbuhan ekonomi
Negara
Pendapatan per kapita 1995
($ US)
Pertumbuhan ekonomi rata-rata 1985-1995 (%)
Pendapatan rendah


1. Bangladesh
240
2,1
2. India
340
3,2
3. Pakistan
460
1,2
4. Tanzania
120
1,0
Pendapatan menengah


1. Mesir
790
1,1
2. Thailand
2740
1,2
3. Mexico
3320
0,1
4. Brasilia
3640
-0,8
Pendapatan tinggi


1. USA
26.980
1,3
2. Jepang
39.640
2,9
3. Australia
18.720
1,4
4. Singapura
26.730
6,2
*World Development Report, 1997
Perkembangan teori-teori pertumbuhan ekonomi

Ahli ekonomi dlm mahzab Merkantilis berpendapat kekayaan emas & perak mrp sumber kekayaan & kemakmuran suatu neg. Keyakinan tsb mrp salah satu faktor yg mendorong prdagang di Eropa menjelajah dunia baru (Amerika, Australia & New Zealand) & menjajah Asia & Afrika

Pandangan Klasik

Menurut Smith :
1.    Peranan sistem pasar bebas
Sistem mekanisme pasar akan mewujudkan kegiatan ekonomi yg efisien & pertumbuhan ekonomi yg teguh.
-       Pemerintah tdk perlu melakukan kegiatan ekonomi yg menghslkan barang & jasa
-       Pemerintah hanya menyediakan fasilitas yg menggalakkan perkembangan pihak swasta

2.    Perluasan pasar
Perusahaan melakukan kegiatan memproduksi dg tujuan utk menjualnya kepada masyarakat & mencari untung, jg pentingnya pasar luar neg dlm mengembangkan kegiatan di dlm neg

3.    Spesialisasi & kemajuan teknologi
Perluasan pasar & perluasan kegiatan ekonomi รจ spesialisasi & perluasan kegiatan ekonomi akan menggalakkan perkembangan teknologi & produktivitas meningkat รจ menaikkan pendapatan รจ perluasan pasar รจ spesialisasi


Pandangan Schumpeter

รจ Pertumbuhan ekonomi tdk akan tjd scr trs-menerus ttp mengalami keadaan dimana adakalanya berkembang & pd saat yg lain mengalami kemunduran.

Hal tsb disebabkan oleh kegiatan para pengusaha melakukan inovasi dlm kegiatan mrk menghslkan barang & jasa รจ investasi meningkat





Teori Harrod Domar

Agar seluruh barang modal yg tersedia digunakan sepenuhnya, permintaan agregat haruslah bertambah sebanyak kenaikan kapasitas barang-barang modal yg terwujud sbg akibat dari investasi dimasa lalu

Teori Neo-Klasik

Pertumbuhan ekonomi bersumber dari pertambahan & perkembangan faktor-faktor yg mempengaruhi penawaran agregat

Perkembangan faktor produksi & kemajuan teknologi mrp faktor utama รจ pertumbuhan ekonomi

Kebijakan utk mempercepat pertumbuhan :
a.    Mengurangi tingkat pertambahan penduduk
b.    Mengembangkan teknologi
c.    Meningkatkan tabungan
d.    Meningkatkan efisiensi penanaman modal

Pertumbuhan ekonomi berbeda dg pembangunan ekonomi
Pertumbuhan ekonomi : ungkapan umum utk menggambarkan tingkat perkembangan suatu neg yg diukur melalui persentase pertambahan pendapatan nasional riil

Pembangunan ekonomi : pertumbuhan ekonomi yg diikuti oleh perubahan dlm struktur & corak kegiatan ekonomi

Perbedaan penting : pembangunan ekonomi tingkat pendapatan per kapita terus-menerus meningkat, pertumbuhan ekonomi belum tentu diikuti oleh kenaikan pendapatan per kapita


Faktor-faktor yg menentukan pertumbuhan ekonomi :
a.     Tanah & kekayaan alam lainnya
b.     Jumlah & mutu dari penduduk & naker
c.     Barang-barang modal & tingkat teknologi
d.     Sistem sosial & sikap masyarakat



Pertumbuhan ekonomi di Indonesia 1986-2003
Tahun
%
Tahun
%
1986
5,9
1995
6,8
1987
4,9
1996
5,8
1988
6,9
1997
4,7
1989
7,5
1998
-13,1
1990
7,0
1999
0,9
1991
7,0
2000
4,9
1992
6,2
2001
3,4
1993
5,8
2002
3,6
1994
7,2
2003
4,1